Kadangkala kita dapat servisan tv yang kerusakannya berupa tv bisa hidup normal,suara juga normal hanya saja layar tiidak menampilkan gambar alias blank dengan warna tertentu dengan disertai line-line horizontal di seluruh bagian layar CRTnya,hal ini di sebabkan karena katoda short terhadap G1,bila yang short katoda merah(R) maka layar akan blank berwarna merah di sertai line-line horizontal,bila yang short katoda hijau(G) maka layar akan blank berwarna hijau disertai line-line horizontal,bila yang short katoda biru(B) maka layar akan blank berwarna biru disertai line-line horizontal.Trik yang biasa saya lakukan bila mendapat kasus seperti ini adalah dengan memberi tegangan tinggi sesaat pada katoda yang bermasalah yaitu dengan cara ambil seutas kabel kira-kira 50cm yang di salah satu ujungnya sudah kita tambahkan jepit buaya dan yang ujungnya lagi kita kasih bekas 1 pin soket CRT biar mudah pemakaianya,kemudian tarik soket blok RGB dari CRT,tancapkan/tusukkan kabel yg sudah bersoket tadi ke katoda yang bermasalah,sedangkan ujung kabel yang sudah berjepit buaya tadi kita jepitkan ke ujung obeng minus yang sudah kita selipkan ke dalam kop tudung anoda,lalu hidupkan tv sebentar saja mak crrrrrtttt.....kemudian lepas lagi kabel dan obeng tadi dan pasang kembali blok RGB soket ke CRT dan coba hidupkan tv untuk melihat hasilnya,bila belum berubah ulangi langkah di atas,bila sudah normal,berarti pekerjaan sudah selesai.Metode pemberian tegangan tinggi sesaat seperti ini juga bisa digunakan pada short G2/fokus terhadap G1,dan Alhamdulillah selama ini 90% berhasil,tapi perhatian buat rekan-rekan yang masih pemula ya DON'T TRY THIS AT WORK,VERY DANGEROUS! hehehe...Sukses Buat Kita SemuaRabu, 06 April 2011
SHOT KATODA DNG G1 TV
Kadangkala kita dapat servisan tv yang kerusakannya berupa tv bisa hidup normal,suara juga normal hanya saja layar tiidak menampilkan gambar alias blank dengan warna tertentu dengan disertai line-line horizontal di seluruh bagian layar CRTnya,hal ini di sebabkan karena katoda short terhadap G1,bila yang short katoda merah(R) maka layar akan blank berwarna merah di sertai line-line horizontal,bila yang short katoda hijau(G) maka layar akan blank berwarna hijau disertai line-line horizontal,bila yang short katoda biru(B) maka layar akan blank berwarna biru disertai line-line horizontal.Trik yang biasa saya lakukan bila mendapat kasus seperti ini adalah dengan memberi tegangan tinggi sesaat pada katoda yang bermasalah yaitu dengan cara ambil seutas kabel kira-kira 50cm yang di salah satu ujungnya sudah kita tambahkan jepit buaya dan yang ujungnya lagi kita kasih bekas 1 pin soket CRT biar mudah pemakaianya,kemudian tarik soket blok RGB dari CRT,tancapkan/tusukkan kabel yg sudah bersoket tadi ke katoda yang bermasalah,sedangkan ujung kabel yang sudah berjepit buaya tadi kita jepitkan ke ujung obeng minus yang sudah kita selipkan ke dalam kop tudung anoda,lalu hidupkan tv sebentar saja mak crrrrrtttt.....kemudian lepas lagi kabel dan obeng tadi dan pasang kembali blok RGB soket ke CRT dan coba hidupkan tv untuk melihat hasilnya,bila belum berubah ulangi langkah di atas,bila sudah normal,berarti pekerjaan sudah selesai.Metode pemberian tegangan tinggi sesaat seperti ini juga bisa digunakan pada short G2/fokus terhadap G1,dan Alhamdulillah selama ini 90% berhasil,tapi perhatian buat rekan-rekan yang masih pemula ya DON'T TRY THIS AT WORK,VERY DANGEROUS! hehehe...Sukses Buat Kita SemuaSET MODE TV SHAP
Hari ini kedatangan tv Sharp universe type 14W20 dengan kerusakan menu auto/manual search chanel tidak bisa di akses,juga menu CH-SETTING.Kerusakan seperti ini ditandai dengan menu CH-SETTING yang berubah warna menjadi ungu dimana normalnya hijau.Sebenarnya hal seperti ini karena fungsi HOTEL MODE pada tv dalam posisi ON/aktif sehingga secara otomatis menonaktifkan fungsi AUTO/MANUAL/CHANEL SETTING.
Mungkin anda secara tidak sengaja mengkombinasikan tombol unik dengan remote control karena remote tertindih badan anda waktu ketiduran menonton tv,atau mungkin karena remote control dibuat mainan oleh balita anda.Untuk mengatasi masalah ini ikuti langkah-langkah berikut:pertama gunakan remote control dan tekan tombol MENU gulir ke FEATURE gulir lagi ke BLUE BACK posisi ON kemudian tekan dan tahan tombol -/– selama 5 detik,kemudian masukan password 1379 kemudian tekan tombol V+ untuk menonaktifkan HOTEL MODE.
Cara ini untuk tv Sharp Wonder/Universe yang sudah memiliki fitur STEREO,sedangkan untuk fitur MONO melalui langkah berikut:gunakan remote control dan tekan tombol FUNCTION berulang-ulang sampai di LANGUAGE set ke ENGLISH lalu tekan tombol -/– dan masukkan password 1379 lalu non-aktifkan HOTEL MODE dengan menekan V+. Dengan langkah-langkah di atas, permasalahan susah mengakses AUTO/MANUAL/CHANEL SETTING pun bisa teratasi,semoga bermanfaat bagi rekan-rekan teknisi semua,tetap semangat dan sukses buat anda semua,terima kasih.
TV CINA MATI STANDBAY
emarin siang dapet panggilan service untuk memperbaiki tv China yang kerusakannya mati standby. Tv ini menggunakan IC tunggal buatan Toshiba dengan seri 8873CSCNG6PR6 HAY-22,setelah saya lepas tutup box belakangnya,tv saya nyalakan beberapa saat untuk mengecek reaksi di beberapa bagian,terutama di bagian horizontalnya,di bagian ini saya dapati heatsink Tr horizontal panas sekali,seperti reaksi bila FBT mengalami kerusakan,awalnya saya juga berpikiran begitu tapi kok akhirnya jadi ragu-ragu sendiri hehehehehe.... Akhirnya FBT saya lepas dan saya cek apakah short ataukah tidak,ternyata emang masih baik-baik saja wiiuuuhh...hampir saja tertipu aku. Kemudian FBT pun saya pasang lagi dan tv saya nyalakan untuk mengetahui secara pasti apa penyebab sesungguhnya panas berlebih pada heatsink Tr horizontal ini,walhasil penyebab sesungguhnya ternyata pada V303=D2012,di mana body TR ini juga di sekrupkan ke heatsink Tr horizontal,jadi jika kita kurang teliti pasti akan mengira sumber panas berlebih adalah dari Tr horizontal,padahal tidak! hehehehe........ Setelah penggantian TR V303=D2012 tersebut,tv saya coba nyalakan dan MAK THUUUUSSSS....transistor V303 tersebut langsung pecah,waoooww....ada apa lagi ini(pikirku),petan -petan lagi di seputar rangkaian horizontalnya,dan di dapati ada sebuah diode VD435=FR309 dalam keadaan short,diode ini terhubung dengan kaki kolektor TR horizontal dan terparalel dengan 2 buah C volt tinggi,wiuuuuh.... Setelah pergantian 2 pemain tersebut,tv saya coba nyalakan lagi dan MAK NYOOOSSSS.....horeeeeee.....berhasil GUY'S! Saya periksa panas pada heatsink nya sudah nggak berlebihan lagi,tutup box belakang tv pun saya pasang dan di atur di rak tv,dan saya tes sekali lagi selama 1 jam,ternyata sudah tidak ada error maneh,yo wis lah Alhamdulillah di teruske totalan lalu bayaran maning hehehehe.....SUKSES BUAT SEMUA.
TV CINA GX BISA NAGKAP SIARAN TV
Kemarin siang dapet panggilan service untuk memperbaiki tv china yang nggak bisa menangkap chanel dari beberapa siaran stasiun tv,jadi ketika di lakukan auto search/manual search/fine tuning tv tidak ada chanel yang tertangkap sama sekali,ketika search berlangsung,raster noise salju(red.raster kepyur) nggak ada,yang ada adalah hanya layar hitam gelap dengan OSD dari proses searching saja yang nampak.
TV ini menggunakan IC kroma LA76810A, IC program LC863532C 55P9,IC vertikal LA78040,melihat gejala yang ada nampak jelas kalau rangkaian IF belum bekerja karena di tandai dengan hilangnya raster noise salju/raster kepyur,kemudian saya lakukan pengukuran tegangan di semua Vcc yang masuk ke IC kromanya,antara lain di pin 8=5V,pin 18=8V,pin 25=5V,pin 31=5V,pin 43=5V,naaaaaah di pin 8 inilah si tegangan 5V nya absen nggak tahu lagi keluyuran kemana,setelah saya telusuri eeeeeee......ternyata lagi di palak sama L102 di pintu gerbang Vcc IF nya hehehehe.......setelah saya ganti pemalak tegangan L102 tersebut dengan R 0,47ohm,boleh masuklah tegangan 5V tersebut ke pintu gerbang Vcc IFnya,dan akhirnya setelah TV di ON kan,para chanel siaran tv pun pada bermunculan semua,hehehehehe.......senangnya hatiku dapet bayaran lagi kikikikikiki...........
SUKSES buat sampean-sampean SEMUA.....................
OSD HILANG
Sore tadi dapet panggilan service untuk memperbaiki tv jadul yang sudah di ganti mesinnya dengan mesin tv china WCOM,dengan keluhan gambar normal cuma bergerigi kecil-kecil di seluruh gambar,di samping itu OSD kadang muncul kadang enggak kadang juga bergetar,di tambah lagi suaranya yang di sertai desah yang cukup menggangu.
Seperti biasa tv china ini menggunakan aisy program LC863532B 54D5 dan aisy kroma LA76810A,langkah awal saya solder ulang dulu karena memang lumayan banyak yang pada retak kondisi solderannya,kemudian saya coba ONkan si TV tapi masih tetep saja,beralih ke pengecekan elko-elkonya di sekitar output regulator dan vertikal juga oke-oke saja.
Beralih lagi pengecekan di area jalur AFC dan OSD juga tidak ada masalah,tanpa sengaja pandangan mata tertuju pada elko di jalur ABL deket FBTnya,saya lihat posisi dari atas kok bentuknya aneh banget ya,setelah saya inguk EEEEE......LADALAH.....jebule njebrot,kikikikiki.......langsung saja tanpa pikir panjang aku ganti dengan yang baru,kemudian saya ONkan tv dan m@k BYAAAAARRRRR.....tv kembali ke posisi normal,gambar dan suara jernih lagi dan OSD pun anteng polahe hehehehe...... Karena unsur ketidaksengajaan atau memang keberuntungan saya ya?
Yaaaah....kalau memang sudah rejeki nggak akan kemana,Ahamdulillah ya ALLOH....Amin
Semoga bermanfaat dan SUKSES buat sampean SEMUA........!!!!
Seperti biasa tv china ini menggunakan aisy program LC863532B 54D5 dan aisy kroma LA76810A,langkah awal saya solder ulang dulu karena memang lumayan banyak yang pada retak kondisi solderannya,kemudian saya coba ONkan si TV tapi masih tetep saja,beralih ke pengecekan elko-elkonya di sekitar output regulator dan vertikal juga oke-oke saja.
Beralih lagi pengecekan di area jalur AFC dan OSD juga tidak ada masalah,tanpa sengaja pandangan mata tertuju pada elko di jalur ABL deket FBTnya,saya lihat posisi dari atas kok bentuknya aneh banget ya,setelah saya inguk EEEEE......LADALAH.....jebule njebrot,kikikikiki.......langsung saja tanpa pikir panjang aku ganti dengan yang baru,kemudian saya ONkan tv dan m@k BYAAAAARRRRR.....tv kembali ke posisi normal,gambar dan suara jernih lagi dan OSD pun anteng polahe hehehehe...... Karena unsur ketidaksengajaan atau memang keberuntungan saya ya?
Yaaaah....kalau memang sudah rejeki nggak akan kemana,Ahamdulillah ya ALLOH....Amin
Semoga bermanfaat dan SUKSES buat sampean SEMUA........!!!!
CARA TES TABUNG TV
Saya beberapa kali menemukan kerusakan pada tabung CRT salah satunya shortpada G2 (screen) dengan G1. Pada awalnya saya hanya uji coba (untung – untungan).
Sembuh ya bershukur Mati ya sudah. Akhirnya cara yang saya pakai ternyata berhasil.
Uji coba yang saya lakukan pada tabung CRT LG 21″ flat. Sudah berjalan satu tahun, dan sampai sekarang masih baik baik saja

caranya sangat mudah :
-Sedot solderan soket CRT (pin G2/screen)
-Lepas kabel fokus dari soket CRT
-Nyalakan TV dan masukan kabel / tegangan fokus ke pin G2 , kira-kira satu detik saja .
-Matikan TV dan ukur (dengan skala x10K) masih ada induksi atau tidak, kalau masih ada bisa di ulangi lagi.
Atau anda juga bisa mencoba untuk memastikan kondisi CRT dengan cara:
1. Heater/filamen crt disupply tegangan kurang-lebih 4 volt(ac atau dc sama saja).
2. Ukur dengan avometer (posisi pada 1kohm):
-colok hitam avo pada G1 colok avo merah pada KR
-coloh hitam avo pada G1 colok avo merah pada KG
-colok hitam avo pada G1 colok avo merah pada KR
3. Semakin kecil nilai ohm yang ditunjuk jarum avometer, semakin bagus kondisi crt.
Anda juga bisa melihat artikel trik pada layar CRT di artkel Trik CRT.
Apa anda juga memiliki referensi CRT
Sembuh ya bershukur Mati ya sudah. Akhirnya cara yang saya pakai ternyata berhasil.
Uji coba yang saya lakukan pada tabung CRT LG 21″ flat. Sudah berjalan satu tahun, dan sampai sekarang masih baik baik saja
caranya sangat mudah :
-Sedot solderan soket CRT (pin G2/screen)
-Lepas kabel fokus dari soket CRT
-Nyalakan TV dan masukan kabel / tegangan fokus ke pin G2 , kira-kira satu detik saja .
-Matikan TV dan ukur (dengan skala x10K) masih ada induksi atau tidak, kalau masih ada bisa di ulangi lagi.
Atau anda juga bisa mencoba untuk memastikan kondisi CRT dengan cara:
1. Heater/filamen crt disupply tegangan kurang-lebih 4 volt(ac atau dc sama saja).
2. Ukur dengan avometer (posisi pada 1kohm):
-colok hitam avo pada G1 colok avo merah pada KR
-coloh hitam avo pada G1 colok avo merah pada KG
-colok hitam avo pada G1 colok avo merah pada KR
3. Semakin kecil nilai ohm yang ditunjuk jarum avometer, semakin bagus kondisi crt.
Anda juga bisa melihat artikel trik pada layar CRT di artkel Trik CRT.
Apa anda juga memiliki referensi CRT
ANTENA BUSTER TV
Booster, Preamplifier atau penguat sinyal, mungkin masyarakat sudah banyak yang kenal terutama untuk Booster TV. biasanya banyak yang kurang puas kalau antena TV nya tidak dilengkapi dengan Booster.
bagi yang suka eksperimen atau hobby elektronika, silakan coba saja proyek elektronika yang satu ini. rangkaiannya tidak terlalu rumit. lumayan kalau jadi kan bisa dimanfaatkan untuk antenna TV UHF di rumah.
UHF antena booster ini dapat digunakan untuk tujuan penerimaan yang lebih baik, terutama jika Anda jauh dari stasiun TV / pemancar relay. booster antena UHF ini bekerja di kisaran 400-850 MHz.
Berikut ini adalah diagram rangkaian booster antena UHF:


Rangkaian hanya menggunakan satu transistor, dengan penguatan antara 10 hingga 15 dB, cukup lumayan untuk banyak situasi.
Bagian paling penting adalah bahwa sirkuit transistor harus terlindung dari sirkuit input, seperti ditunjukkan dalam diagram skematik oleh garis putus-putus (metal shield/pelindung logam). hal ini bertujuan untuk menghindari interferensi.
rangkaian ini dicatu dari power supply yang terpisah melalui kabel sinyal (sistemnya mirip dengan booster UHF yang dijual ditoko, yaitu power supply diletakkan di dalam rumah atau di dekat TV ), karena rangkaian booster ini harus sedekat mungkin dengan antena. Hal ini sangat penting karena amplifier harus memperkuat sinyal yang diperoleh oleh antena, bukan noise yang ditangkap oleh antara kabel antena dan rangkaian.
Antena dan rangkaian booster dapat dipasang di atas atap rumah Anda. 75 ohm Panjang kabel koaksial dapat digunakan dari output rangkaian booster ini ke unit power supply yang berada dekat dengan TV.
konstruksi power supply sangat sederhana, digunakan sebuah induktor 50-100 uh atau RF choke antara kabel output dan catu daya.
kapasitor keramik kecil 100pF digunakan untuk memblokir tegangan DC dari power supply. Sesuaikan P1 untuk mendapatkan penerimaan yang terbaik, dan hal ini untuk mengatur konsumsi arus saat digunakan yaitu sekitar 5-15 mA.

catatan:
tipe transistor yang disarankan disini adalah transistor 2SC3358, tetapi apabila susah didapat maka bisa diganti dengan yang tipe 2SC3355. biasanya tipe 2SC3358 mempunyai penguatan yang lebih bagus dari 2SC3355.
bagi yang suka eksperimen atau hobby elektronika, silakan coba saja proyek elektronika yang satu ini. rangkaiannya tidak terlalu rumit. lumayan kalau jadi kan bisa dimanfaatkan untuk antenna TV UHF di rumah.
UHF antena booster ini dapat digunakan untuk tujuan penerimaan yang lebih baik, terutama jika Anda jauh dari stasiun TV / pemancar relay. booster antena UHF ini bekerja di kisaran 400-850 MHz.
Berikut ini adalah diagram rangkaian booster antena UHF:
Rangkaian hanya menggunakan satu transistor, dengan penguatan antara 10 hingga 15 dB, cukup lumayan untuk banyak situasi.
Bagian paling penting adalah bahwa sirkuit transistor harus terlindung dari sirkuit input, seperti ditunjukkan dalam diagram skematik oleh garis putus-putus (metal shield/pelindung logam). hal ini bertujuan untuk menghindari interferensi.
rangkaian ini dicatu dari power supply yang terpisah melalui kabel sinyal (sistemnya mirip dengan booster UHF yang dijual ditoko, yaitu power supply diletakkan di dalam rumah atau di dekat TV ), karena rangkaian booster ini harus sedekat mungkin dengan antena. Hal ini sangat penting karena amplifier harus memperkuat sinyal yang diperoleh oleh antena, bukan noise yang ditangkap oleh antara kabel antena dan rangkaian.
Antena dan rangkaian booster dapat dipasang di atas atap rumah Anda. 75 ohm Panjang kabel koaksial dapat digunakan dari output rangkaian booster ini ke unit power supply yang berada dekat dengan TV.
konstruksi power supply sangat sederhana, digunakan sebuah induktor 50-100 uh atau RF choke antara kabel output dan catu daya.
kapasitor keramik kecil 100pF digunakan untuk memblokir tegangan DC dari power supply. Sesuaikan P1 untuk mendapatkan penerimaan yang terbaik, dan hal ini untuk mengatur konsumsi arus saat digunakan yaitu sekitar 5-15 mA.
catatan:
tipe transistor yang disarankan disini adalah transistor 2SC3358, tetapi apabila susah didapat maka bisa diganti dengan yang tipe 2SC3355. biasanya tipe 2SC3358 mempunyai penguatan yang lebih bagus dari 2SC3355.
Langganan:
Postingan (Atom)

